Minggu, 07 Oktober 2012

Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama


Hujan Sendu

Malam ini kutatap langit membisu
diam hening menyayat kalbu
pun tak ujung tanyaku
apakah gerangan yang membuatmu begitu sendu?

tetes pun kau curahkan pada bumiku pertiwi
deras kau menangis dalam dinginnya malam
menyisakan sesak dalam relung hati
seketika membasahi hati yang tlah lama tandus
tangismu adalah ibadah
atas doa yang telah kami panjatkan
kepada Tuhan yang menggenggam kuasa

selaksar doa telontar dari lisan yang penuh dosa ini
memohon ampun atas laku yang tak pantas
tangisan langit tak pernah henti menyapa hati yang kering ini
laksana beker akan tebatasnya usia
hati yang tlah lama tak terguyur
kini basah sudah
oleh tangis dalam sujud panjang

kau berlaku atas titah Tuhanmu
memberi rahmat bagi siapa saja yang meyadarinya
kau tunduk pun tersungkur dalam sajadah panjang-Nya
alam dan seisinya, tak hanya kau
selalu bertasbih dalam keheningan

namun, si bodoh ini masih di sini.
bertanya dan terus bertanya,
mampu kah hati ini menahan rindu pada-Nya?
rindu akan cinta yang tiada henti Ia berikan
mampu kah lisan ini berlaku layaknya dirimu?
bertasbih menyebut keagungan-Nya dengan segala keihklasan
berikhtiar menapaki jalan panjang kehidupan.
mampukah hati ini ya Rabb?

Sabtu, 06 Oktober 2012

Pagi Bisu


Angin berhilir lembut menyapa tubuh yang menggigil
Deru adzan berdengung di telingaku
Menggeliat dalam hangatnya selimut
Seolah setan duduk di lubang telinga,
Berbisik, masih gelap, dingin di luar, lanjutkan saja tidur kau
Sungguh, kekuatanMu meliputi langit dan bumi
Hal sekecil semut pun Kau rahmati,
Hamba yang berdosa ini memohon ampun atas kedholiman yang kulakukan

Udara sejuk masuk tanpa pamit di sela-sela jendela
Menari bersama rambut yang tergerai
Bayu nan sejuk menerpa wajah yang kuyu
Pagi yang diam
Sepi.
Ayam pun masih enggan berkokok
Diluar sana kegelapan masih menyelimuti
Angker namun tentram
Di luar sana sang candra bersinar indahnya
Bersujud dalam keagungan namaNya
Hikmad.
Bahkan angin pun tunduk dan bertasbih
fajar pun kerap bertasbih padaMu

About me!


Just a little kid, I think. Nothing special about me. Pemalas, suka banget tidur, mut-mutan, ga jelas. Wkwkw

Teman-teman bilang aku tuh ceria??? Hahaha... belum tau aja giliranku melankolis.
Mereka bilang semangatku tinggi, berasa nggak ada capeknya??? Ew... itu kan cuma pas lagi kerasukan energi ntah dari mana. Hihi...

Mereka bilang aku baik?? Hmm.... ga juga. Aku usil kok.
Anyway, intinya masih banyak hal yang ternyata mereka tidak mengerti tentang diriku, begitu pun aku. Aku sendiri juga belum bisa mengerti orang seperti apa aku ini. Xixi

Oke, sekilas aja.
Aku tergolong anak perempuan yang nakal, suka banget es krim –yang akhir-akhir ini gemar makan Solo ice cream :3 - ,aku suka nulis, meskipun kemampuan verbalku amat jelek L, aku suka menggambar, tapi masih kaya anak TK kalo mewarnai –hikshiks-, dan yang pasti aku suka: makan. Hahaha... ntah berkat ujian blok berat badanku malah naik lima kilo!!! Banyak kawan yang heran, kok ujian malah naik? Bukannya biasanya ujian stress trus ga doyan makan trus jadi kurusan deh??? Wahh... anti wa antum salah besar! Nyatanya beratku nambah dan itu berefek pada pakaian dan celanaku yang aku rasa semakin menciut. Xixixi...
Yakk lupakan soal diriku... 

Blog ini aku bikin cuma biar aku ada kerjaan aja. Iseng. Asal aja jemari ini menari di atas keyboard si putih –sebutan lepiku. Harapannya dengan adanya ini hidupku bisa lebih bermanfaat. Amiiin.... ^-^

me and friend
orang bilang wajah ini punya orang yang galak :(
padahal aku baik hati...

 
makan malam bersama anak vagus :)

Senin, 03 Oktober 2011

Keajaiban Bersyukur Dan berpikir Positif




Hal apapun akan terasa indah bagi orang- orang yang bersyukur. Lihatlah betapa keajaiban selalu melingkupi kehidupan orang-orang yang penuh syukur dan tidak lupa melihat kebawah, dalam menyikapi sebuah masalah yang datang dalam hidupnya. Tidak seperti air yang beriak, dia tidak mudah berteriak, marah ataupun menggerutu dengan apapun yang datang kepadanya, kecuali malah dipersilahkannya mendidik dirinya agar menjadi lebih indah.

Orang yang bersyukur dengan otomatis akan mensetting pola pikirnya menuju yang positif. Dan ibarat yang mendera fisik dan batinnya pun tetap disikapinya dengan senyum.

Pikirannya menuntunnya untuk berpendapat bahwa, mungkin kesakitan itu untuk menghapus dosanya, atau mungkin mengingatkan dia agar lebih dekat kepada yang kuasa dan beristigfar atas semua dosa dan khilafnya.

Bagi orang yang mudah meringankan hatinya untuk bersyukur, akan merasa sangat menyayangkan sekali ketika dia hanya bisa menilai orang dari sudut pandang kelemahan mereka saja. Karena kesyukuran itu bukan hanya diterapkan kepada jalan hidupnya, namun juga dalam ringannya penerimaan orang lain untuk masuk ke dalam hatinya. Tidak mudah mulutnya mencaci, dan berat bagi hatinya untuk mengghibah kekurangan saudaranya, walau hanya dia dan Allah saja yang mengetahui.

Pikirannya berkata, `ah, betapa sudah banyak orang yang dengan pola pikir negatif dan selalu merongrong saudaranya seperti itu. Dan itu sama sekali tidak menjadikan diri mereka sendiri hebat atau lebih hebat, tapi malah sebaliknya. Memanglah ada kekurangan dalam diri orang tersebut, tapi bukankah kelebihannya juga ada. Allah tidak akan mungkin mendholimi orang itu dengan tidak menciptakan keseimbangan atas keburukan dan kelebihannya. Atau jangan- jangan malah kelebihannya lebih banyak? Atau jangan- jangan dia lebih mulia dihadapan Allah dari pada diriku sendiri?. Dan bukankah kekurangannya juga bukan hanya merupakan cobaan baginya saja, namun juga bagiku agar aku lebih belajar sabar?. Sungguh Allah memang maha benar dalam mendidikku`.

Subhanallah, masalah yang melingkupi dunia ini akan terasa sangat indah bagi orang- orang yang bersyukur dan berpikir positif.

Pun demikian ketika dia harus berhadapan dengan pasangan hidupnya. Kekurangan yang ada pada pasangannya di anggap sebuah proyek seumur hidup yang memang akan menggemblengnya menjadi pribadi yang lebih indah. Memang, terkadang ada sedikit komplain, namun lebih banyaklah senyum dan gerak nyata untuk sebuah perbaikan. Bukan hanya sekedar jalan ditempat, tanpa harapan berarti.

Baginya, pasangan adalah pasti hadiah dari sang maha kuasa. Yang harus disayangi dan diperlakukan dengan kasih sayang, termasuk sepaket dengan kekurangan mereka. Pasangan mereka adalah cermin pridadinya sendiri, persis ketika Allah yang maha kuasa berfirman bahwa, orang yang baik atau buruk, akan diberikan level yang sama sebagai pasangannya. Dalam hati orang yang bersyukur ini, sungguh tidak ada masalah yang akan diberikan Allah melebihi kemampuan dirinya. Dan akhirnya, semuanya terasa ringan untuk dijalani.

Dan hidup adalah tentang pilihan, dan setiap hari kita dihadapkan kepada pilihan- pilihan yang banyak sebagi obyek pembentuk masa depan kita nanti. Dan bukankah tidak ada manusia yang ingin kesulitan datang kepadanya disebabkan kekeliruannya sendiri? Maka mengapa kita tidak memilih bersyukur dan berpikir positif sehingga kebahagiaan yang insyaallah akan selalu menghampiri kita? Mengapa harus menyulitkan diri sendiri?.

Kekurangan dan kesusahan tanpa kita mencari dan mengundangnya, pastilah akan sudah ada. Tapi kebahagiaan dan kedamaian adalah sesuatu yang memang harus diperjuangkan agar kita mendapatkan. Tapi hal itulah justru yang membentuk harapan untuk hidup selalu akan ada. Dan hal itu adalah penting, karena sedetik orang tak punya uang, dia pun bisa tetap mencari, tapi sedetik orang tak punya lagi harapan dan gairah untuk hidup, maka baginya dimanapun di sudut dunia ini, adalah tidak lagi berarti.

Dan harapan itu akan selalu ada bagi orang- orang yang bersyukur dan berpikir positif. InsyaAllah.

(sumber: Syahidah/ Voa-islam.com)

Minggu, 29 Mei 2011

Jalan KehendakMu Ya Rabbi

Untaian waktu telah bergulir begitu saja, kadang duka, kadang bahagia.
Kini ku mulai sadar, akan besarny peran kesabaran dalam hidup kita. Di hari itu, sebagian orang tersenyum bahagia mengucap syukur padaMu ya Alla, namun, kebanyakan yang lain menangis, kecewa, bahkan ad yang berputus asa. beruntunglah bagi mereka yang pada hari itu mendapat rahmat dariNya. ras syukur tidak akan pernah berhenti terucap.

bagaiman berdiri di tengah padang pasir. sendiri ku di sini. kulupa bahwa Tuhanku akan selalu bersamaku. ingatkan aku pada rindu bercita-cita ya Allah. Aku lupa bagaimana rasanya memiliki cita-cita. memiliki keinginan yang tinggi. namun itu semua ada yang membatasi. Ntah, mungkin karena sejak kecil hidupku selalu dibatasi oleh aturan-aturan. Terkadang aku sebal sendiri kepada orang tuaku. Astaghfirullah. kenapa aku selalu dilarang ini itu? aku sendiri tahu, itu yang terbaik buat aku, tapi ntah kenapa aku merasa sekarang aku tak memiliki mental yang tangguh menghadapi ujian yang ada di depanku

Bismillah ya Allah, bimbinglah aku, lindungiku dari kegelishan dan ketakutan. biarlah kuasaMu yang akan berjalan pada hari itu. berilah aku satu kekuatan untuk meraih keinginanku, meraih cita-citaku. biarlah aku mengambil resiko tertinggi itu, dan bantulah aku untuk melewatinya.. agar kelak tiada sesal di hatiku ya Rabb. amin. Bismillahirrahmanirrahim :)

Sabtu, 05 Maret 2011

Menjelang 1095 Hari

Assalamualaikum wr.wb.,
Waktu berjalan begitu cepatnya. saya rasa baru kemarin saya dan teman-teman mendaftar di SMAN 1 Pemalang. Dan sekarang, 1095 hari yang ajaib itu hampir terpenuhi. begitu banyak ilmu yang terserap oleh saya. seperti apapun saya sekarang ini,dan akan menadi apapun saya nantinya, itu semua adalah hasil didikan kedua orang tua saya. terimakasih bapak terimakasih ibu. saya akan selalu mencintai kalian dan berusaha membuat kalian bangga. tak akan pernah lupa saya momohon maaf dan keridhoan untuk kesuksesan saya dalam meraih cita-cita. terimakasih juga untuk sahbt-sahabat yang selalu ada untuk saya, untuk mas bulet yang selalu memotivasi saya. wish me so be lucky :)