Minggu, 07 Oktober 2012

Hujan Sendu

Malam ini kutatap langit membisu
diam hening menyayat kalbu
pun tak ujung tanyaku
apakah gerangan yang membuatmu begitu sendu?

tetes pun kau curahkan pada bumiku pertiwi
deras kau menangis dalam dinginnya malam
menyisakan sesak dalam relung hati
seketika membasahi hati yang tlah lama tandus
tangismu adalah ibadah
atas doa yang telah kami panjatkan
kepada Tuhan yang menggenggam kuasa

selaksar doa telontar dari lisan yang penuh dosa ini
memohon ampun atas laku yang tak pantas
tangisan langit tak pernah henti menyapa hati yang kering ini
laksana beker akan tebatasnya usia
hati yang tlah lama tak terguyur
kini basah sudah
oleh tangis dalam sujud panjang

kau berlaku atas titah Tuhanmu
memberi rahmat bagi siapa saja yang meyadarinya
kau tunduk pun tersungkur dalam sajadah panjang-Nya
alam dan seisinya, tak hanya kau
selalu bertasbih dalam keheningan

namun, si bodoh ini masih di sini.
bertanya dan terus bertanya,
mampu kah hati ini menahan rindu pada-Nya?
rindu akan cinta yang tiada henti Ia berikan
mampu kah lisan ini berlaku layaknya dirimu?
bertasbih menyebut keagungan-Nya dengan segala keihklasan
berikhtiar menapaki jalan panjang kehidupan.
mampukah hati ini ya Rabb?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar