Angin
berhilir lembut menyapa tubuh yang menggigil
Deru
adzan berdengung di telingaku
Menggeliat
dalam hangatnya selimut
Seolah
setan duduk di lubang telinga,
Berbisik,
masih gelap, dingin di luar, lanjutkan saja tidur kau
Sungguh,
kekuatanMu meliputi langit dan bumi
Hal
sekecil semut pun Kau rahmati,
Hamba
yang berdosa ini memohon ampun atas kedholiman yang kulakukan
Udara
sejuk masuk tanpa pamit di sela-sela jendela
Menari
bersama rambut yang tergerai
Bayu
nan sejuk menerpa wajah yang kuyu
Pagi
yang diam
Sepi.
Ayam
pun masih enggan berkokok
Diluar
sana kegelapan masih menyelimuti
Angker
namun tentram
Di
luar sana sang candra bersinar indahnya
Bersujud
dalam keagungan namaNya
Hikmad.
Bahkan
angin pun tunduk dan bertasbih
fajar
pun kerap bertasbih padaMu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar